Tag: AS Roma

Allegri: Berita Bola Juventus Masih Belum Sempurna di Malam ini

massimiliano-allegri-juventus

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri telah mengatakan bahwa tim asuhannya saat ini bukanlah sebuah mesin yang sempurna. Akan tetapi, dia merasa sangat senang di musim yang telah mereka jalani sampai saat ini. Pelatih pun sampai mengabarkan ucapannya tersebut dengan menggunakan gadget pribadinya.

Tim yang meriah gelar juara Scudetto berturu-turut itu, sukses menumbangkan Genoa dengan skor 4-0 di pekan lalu. Dengan kemenangan tersebut membuat mereka menjauhkan jarang menjadi 11 angka dari posisi kedua yang di tempati AS Roma, dalam persaingan Seri A.

Dengan beberapa hari saja mereka sudah mengantongi tiket babak semi final Liga Champions. Dan tim yang dijuluki I Bianconeri itu pun juga mengamankan tiket final Coppa Italia, dimana sang pelatih merasa begitu puas atas kinerja timnya di musim 2016-2017. Tetapi, dia mengatakan bawha timnya masih belum meraih sebuah gelar.

massimiliano-allegri-juventus
allegri yang sedang mengatur tim asuhannya

Allegri Ungkapan Kualitas Timnya di Musim Ini

“Kami masih belum bisa dikatakan sebuah mesin yang sempurna, karena kami masih banyak ruang untuk terus meningkatkan kualitas permainan. Namun tim ini telah bekerja dengan sangat baik di musim ini,” kata Allegri disitus resmi klub memalui gadgetnya.

“Mungkin terlalu cepat untuk membicarakan mengenai gelar. Kami masih sadar saat ini, karena kami harus berhadapan dengan Roma dan sampai dengan menggunakan cara matematika untuk meraih gelar. Maka dari itu, kami tidak dapat mengatakan apapun tentang Scudetto. Untuk saat ini, beberapa hari kami istirahat dan usai itu kami harus menghdapai Atalata.”

“Pada kenyataannya kami masih belum merah gelar apa pun dan harus melewati laga demi laga.”

Pelatih berusia 49 tahun itu, terdengar kabar sangat gemar bermain gadget yang mana dirinya biasa menghabiskan waktu untuk bermain Mobile Legend. Allegri pun di waktu senggangnya meminta kepada tim asuhannya untuk menemani dirinya atau membuat satu clan di permainan tersebut.

Allegri: Agen Bola M88 Juventus Pantas Meraih Menang Menghadapi Barcelona

Massimiliano-Allegri

Juventus yang berhasil menahan imbang saat bertandang ke markas Barcelona yang mengakhiri skor 0-0 di Camp Nou. Dalam laga leg kedua babak perempat final ajang Liga Champions, yang berlangsung pada hari Kamis tnaggal 20 April 2017 lalu.

Dengan hasil tersebut, memastikan I Bianconeri melaju ke babak semi final Liga Champions. Dimana mereka menang agregar 3-0 pada leg pertama. Tidak heran jika para pemain Old Lady merasakan bahagia yang begitu luar biasa usai pertandingan kemarin.

Tidak dengan pelatih, Massimiliano Allegri memberikan nilai kepada pasukannya yang lebih pantas untuk berada melaju ke babak berikutnya dan memotivasi untuk terus melangkah ke laga babak final di Cardiff.

“Saya berterima kasih untuk para pemain atas kinerja sejauh musim ini,” ucap Allegri pada media setempat.

“Ini merupakan sebuah peningkatan yang lebih baik, karena kami mampu melangkah ke babak berikutnya yang berhasil menyingkirkan tim papan atas Eropa. Di lini belakang, kami bermain dengan sangat baik, namun tidak saat kami melakukan serangan. Serangan yang kami lakukan sudah banyak, tetapi semua gagal.”

“Meski begitu kami bisa lolos ke babak berikutnya yang merupakan langkah terpenting, dalam perjalanan kami untuk bisa menuju ke babak final di Cardiff,” tutupnya.

Untuk itu, Allegri akan terus menyiapkan tim asuhannya agar meraih kemenangan di babak berikutnya dan harus fokus di Liga Italia. Yang mana mereka menginginkan banyak gelar di musim ini, sekaligus membuat timnya semakin berada di peringkat teratas di Eropa.

Kesehatan Pemain Bola: Higuain dan Totti

gonzalo-higuain-juventus

Beberapa klub-klub elite di Eropa, terdapat para pemain yang telah membuat 200 gol dalam lima Liga top di benua itu. Meski para peserta yang tidak begitu banyak, karena tidaklah mudah untuk bisa mengkoleksi 200 gol. Yang mana para peserta itu dari Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman dan Perancis.

Dimana Gonzalo Higuain yang saat ini membela Juventus mencatatkan namanya menjadi peserta terakhir. Ketika itu penyerang andalan Bianconeri mencetak gol pertamanya saat berhadapan dengan Pescara, pada 15 April yang menjadikan gol ke 200. Lalu, pemain berkebangsaan Argentina itu mampu mencetak satu gol lagi yang membuat dirinya berada di grup elite tersebut dengan mengkoleksi 201 gol.

Yang mana sudah terdapat tujuh pemain di dalam grup itu, seperti Lionel Messi (Barcelona), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Francesco Totti (AS Roma), Zlatan Ibrahimovic (Manchester United), Thierry Henry dan juga Samuel Eto’o.

gonzalo-higuain-juventus
gonzalo yang sedang menunjukkan nomor punggungnya di juventus

Karir Higuain Selama Merumput di Dunia Sepakbola

Pertama kali Gonzalo Higuain berkarir dalam sepakbola profesionalnya di Eropa, setelah dirinya pindah dari klub Argentina bersama River Plate. Sang pemain pun mampu menarik perhatian Real Madrid yang membuat dirinya bermain di Stadion Santiago Barnebeu. Los Blancos pun meresmikan Higuain pada bulan Desember 2006. Dimana klub raksasa Spanyol itu harus mengeluarkan dana sebesar 12 juta euro.

Bermain selama enam musim bersama Real Madrid, dirinya sudah tampil sebanyak 190 kali di La Liga yang mencetak 107 gol. Kesuksesan Higuain yang menjadikan pencetak gol terbanyak membuat dirinya diminati oleh banyak klub. Dimana klub yang memiliki minat serius, ketika itu Arsenal dan Napoli. Yang terus menerus dikaitkan oleh kedua klub tersebut, yang diyakini dirinya akan bermain di Arsenal.

Hingga akhirnya, Presiden Napoli yang bernama Aurelio De Laurentiis mengumumkan jika Higuain da juga kiper Liverpool, Pepe Reina dikala itu telah lolos dalam tes kesehatan. Dan menandatangani kontrak dengan durasi lima musim bersama Napoli pada tahun 2013-2014. Yang mana nilai transfernya cukup fantastis, senilai 40 juta euro.

Penyerang itu pun tidak sampai lima tahun bersama Napoli, kareana Juventus yang berminat seirus untuk memakai jasanya mengingikan sang pemain. Lalu dia pun bergabung dengan klub asal Turin, yang sudah mencetak 71 gol dalam 104 pertandingan di kompetisi Serie A. Juventus pun membuat kesepakatan dengan Higuain menjadikan dirinya pemain termahal di Italia. Dimana Old Lady harus menebus harga yang sangat mahal sebesar 90 juta euro.

francesco totti
francesco totti yang sedang melapaskan tendangannya ke arah gawang lawan

Totti Akan Pensiun di Umur 40 Tahun

Ikon dari tim ibukota asal Italia, AS Roma, Francesco Totti yang sempat menyatakan bahwa dia akan bermain sepak bola dengan Roma hingga umurnya di 40 tahun. Sepanjang karirnya, Totti akan terus membantu tim yang berjuluk Giallorossi. Keinginanya itu pun diwujudkan oleh Luis Enrique kala itu. Dimana pelatih kewarganegaraan Spanyol itu mengharapkan Totti dapat memberikan beberapa trofi untuk klub sebelum dirinya pensiun.

Totti yang saat berusia 38 tahun, hanya ingin menghabiskan masa karir sepak bola profesionalnya bersama Il Luppi. Yang mana dia terus menunjukkan kualitas dirinya, meski diusianya yang sudah tidak muda lagi. Semangatnya yang terus menggebu-gebu membuat rekan setimnya nyaman berada dekatnya untuk bisa meraih trofi bagi Roma.

“Saya masih memiliki kontrak bersama klub, dua musim dan dari segi kesehatan pun saya sangat baik. Meski demikian, saya harap bisa terus membantu tim sampai usia 40 tahun,” ujar Totti kepada media.

“Sejauh ini kesehatan saya dalam keadaan baik, saya pun akan mengenakan jersey kebanggan ini dan percaya dengan kemampuan yang saya miliki. Hal terpenting dari semuanya adalah kesehatan.”

Anceloti: Pemain dan Agen Sepak Bola Sbobet Modern Nyandu Gadget

carlo ancelotti

Carlo Ancelotti yang menangani Bayern Munchen, telah mengatakan para pemain sepak bola di zaman modern saat ini tidak dapat terkendali. Karena mereka semua sudah kecanduan dengan sosial media dan juga gadget.

agen sbobet carlo ancelotti
ancelotti agen judi bola terpercaya yang sedang mengatur tim asuhannya

Ungkapan Agen Bola Online Ancelotti Kepada Pemain Sepak Bola Modern

“Kebanyakan pemain mengisolasi diri mereka sendiri dengan cara seperti itu. Sebagian dari mereka pun bisa menghabiskan waktu selama tiga jam untuk menatapa ke layar smartphone,” kata Ancelotti kepada situs berita agen bola resmi bandarbo.la.

Dengan hal tersebut, Ancelotti mempunyai solusi yang tepat agar bisa mengatasi masalah tersebut. Dimana pelatih kebangsaan Italia itu, tidak membiarkan tim asuhannya untuk berlama-lama di kamp pelatihan atau memberikan instruksional.

Dengan begitu, Ancelotti meminta kepada para pemainnya agar segera pulang kerumah dan untuk dapat memilikiwaktu luang bersama keluarga.

“Jika semua pemain yang pulang kerumah, maka mereka akan berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya,” tambah pelatih berusia 57 tahun.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu meningkat, membuat komunikasi antar pemain pun terasa begitu renggang. Yang mana Ancelotti pun merasakan sendiri, ketika dirinya masih aktif sebagai pemain sepak bola.

“Zaman saya masih aktif menjadi pemain sepak bola, selalu ada komunikasi intens dalam kamp pelatihan. Yang biasanya kami bermain kartu, foosball atau tenis meja, dengan begitu kami dapat berkomunikasi satu sama lainnya. Ketika zaman semakin modern, mereka tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan satu sama lain,” tutur Ancelotti.

Adanya permasalahan ini, memang sudah lama dikhawatirkan oleh Pep Guardiola. Yang mana pelatih asal Spanyol tersebut melarang di kamp pelatihan Bayern Munchen untuk memberikan sebuah wifi yang terjaring ke internet. Hingga saat ini, di Manchester City Guardiola melakukan hal yang sama.

Akan tetapi, Ancelotti tidak mau diambil pusing dengan adanya hal tersebut. Dimana mantan manajer Real Madrid itu hanya memberikan motivasi kepada tim asuhannya agar tetap fokus dan disiplin baik di dalam ataupun di luar lapangan.

“Menurut saya sendiri, harus disiplin, mentaati peraturan, dan memiliki rasa hormat. Saya tidak begitu obsesif untuk memasalahkan gadget. Saya yakin dapat menemukan solusi yang terbaik untuk para pemain. Jika tidak mungkin, maka saya akan mencoba untuk berbicara ke semua pemain. Karena hal yang utama dapat mendengarkan semuanya,” ujar Ancelotti.

francesco totti selfie
agen judi bola francesco totti selfie

Francesco Totti Selfie, Setelah Rekor Gol Terbanyak

Kapten dan sekaligus ikon AS Roma, Francesco Totti ternyata suka berselfie. Tidak hanya demam selfie untuk kaum remaja saja, yang suka memotret diri sendiri. Hal itu dilakukannya, setelah Totti mampu menyamakan kedudukan dengan skor 2-2, ketika Roma vs Lazio dalam laga yang bertakjub Derby Capitale.

Pemain yang berusia 38 tahun itu, mampu buktikan kualitas dirinya meski diusianya yang sudah tidak lagi muda, mencetak dua gol balasan setelah timnya sempat tetinggal 0-2. Dengan dua gol yang dicetaknya, menjadikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang derby ibukota itu yang menhasilkan 11 gol.

Maka dari itu, sudah tidak aneh jika Totti merayakannya dengan semacam itu. Meskipun hasil yang sudah dilakukannya itu, tidak dapat mendekatkan timnya dengan tim juara Juventus di puncak klasemen Seri A.

Ketika wasit menandakan peluit berbunyi panajng, Totti pun langsung mengambil gadgetnya untuk memotret dirinya sendiri. Dimana di belakang sang pemain terdapat puluhan ribu para pendukungnnya yang bersorak-sorak kepadanya.

Dalam pertandingan itu pun, Lazio juga menunjukkan dukungannya untuk korban yang tak berdosa karena ulah teroris yang sempat beraksi. Di jersey yang berwana biru langit itu bertuliskan Je suis Charlie yang artinya “Saya adalah Charlie”.

Profile: Radja Nainggolan Si Pemain Batak

radja nainggolan

Radja Nainggolan yang lahir di Antwerpen, Belgia pada tanggal 4 Mei 1988, merupakan sosok pemain sepak bola kebangsaan Belgia. Yang saat ini memberla klub AS Roma, menempati posisi sebagai gelandang. Pemain tersebut memiliki hobi bersepeda yang dijadikan rutintas di akhir pekannya.

Dia adalah pemain andalan bagi tim yang dibelanya yang berjuluk Giallorossi. Dan salah satu pemain yang berdarah Indonesia di kancah Eropa, dimana sang pemain memiliki marga yaitu Nainggolan, yang merupakan nama dari Suku Batak Toba di bagian belakang namanya.

radja nainggolan
nainggolan yang sukses mencetak gol untuk roma

Kisah Kehidupan Radja Nainggolan

Radja Nainggolan yang tinggal dan tumbuh besar bersama ibunya di Belgia, sedangkan sosok ayah kandungnya berada di Indonesia. Radja pun memulai karir sepak bolanya di Belgia yang terus berkembang pesat. Ketika itu, pemain kelahiran pada tanggal 4 Mei 1988 ini memulai karir sepak bolanya bersama klub lokal, Germinal Beerschot.

Dan dirinya mencoba meraih keberuntungan untuk bermain di Italia, bersama Piacenza ketika dirinya berusia 17 tahun. Tampil gemilang bersama klub tersebut, yang mana dirinya menunjukkan kualitas yang dimilikinya membuat sang pemain hijrah ke Cagliari. Hingga saat ini dia memperkuat tim asal ibukota AS Roma.

Sempat terdengar kabar bahwa Radja ditinggalkan oleh ayahnya dari kecil. Maka dari itu, dia lebih memilih kewarganegaraan Belgia daripada Indonesia, dalam bentuk protes sang pemain kepada ayahnya. Memang alasan Radja yang memilih Belgia tentu saja tidak benar, karena jika pemain itu memilih Indonesia mungkin karirnya memiliki keterbatasan sebagai pemain sepak bola.

Bisa di contohkan, Radja tidak mungkin bisa mencoba di Liga Inggris yang membutuhkan syarat kewarganegaraan pemain asing tidak akan bisa dibawah ranking 70 FIFA. Dan penambahannya seperti prestasi bersama tim nasional bersama generasi emas yang dimiliki oleh Belgia.

radja-nainggolan-belgia
nainggolan sedang mengontrol bola

Awal Karir Radja Nainggolan Sebagai Sepakbola Profesional

Piacenza

Pada tahun 2005, Radja Nainggolan yang berada di Italia mengadu nasib bersama klub Piacenza Calcio di usianya 17 tahun, dari tim K.F.C. Germinal Beerschot. Yang mana, saat membela tim tersebut dia bermain dengan cemerlang pada dua laga di pertandingan kompetisi Seri B.

Nainggolan sudah mencatatkan namanya di klub tersebut dari 38 pertandingan yang dijalaninya di kompetisi Seri B pada musim 2008-2009, bersama tim asal Emilia-Romagna. Dia telah menyumbangkan tiga gol yang membuat timnya itu mengkahiri musim di posisi ke 10.

Tampil gemilang dengan Piacenza, Radja Nainggolan mampu menarik minat Cagliari Calcio yang bermain di Seri A. Dan dirinya bermain untuk klub Cagliari dengan menyandang status pinjaman, pada tanggal 27 januari 2010, yang memiliki opsi dalam pembelian secara permanen di akhir musim.

Dan debut perdananya bersama Cagliari di Liga pada tanggal 7 Februari. Ketika itu, timnya harus menelan kekalahan tandang Cagliari 0-3 melawan Inter Milan. Sang pemain tersebut hanya bermain tujuh menit.

Cagliari

Cagliari yang meresmikan Nainggolan secara permanen pada tanggal 21 Juni 2010. Setelah tiga musim menjadi pemain andalan timnya, Radja Nainggolan pin menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2016.

Tetapi, di tanggal 7 Januari di tahun berikutnya, AS Roma tertarik untuk meminjam Nainggolan sampai akhir musim. Yang diyakini biayanya sekitar 3 juta euro, dengan opsi Roma dapat mempermanennya pada musim panas mendatang dengan harga 6 juta Euro.

Roma

Di tanggal 9 Januari 2014, Nainggolan bermain di debutnya bersama AS Roma dalam kemenangan tandang kontra Sampdoria. Dimana dalam pertandingan tersebut mereka memenangkan skor tipis 1-0 dalam ajang Coppa Italia pada musim 2013-2014. Dan pemain itu membawa Roma ke babak perempar final.

Dalam kompetisi yang sama, Nainggolan pun turut serta membantu timnya yang berhasil mengalahkan tim raksasa Italia, Juventus. Dia bermain selama 90 menit penuh dalam 12 hari mendatang.